Setiap kamera punya istilah masing – masing untuk pengaturan mode. Berikut dijelaskan untuk beberapa tipe kamera saja.
Pada kamera Nikon D70 terdapat 11 mode pemotretan:
M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai
dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis
akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur
sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara
otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan
mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya
saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan
kehendak.
Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh
mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode
ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun
lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti
penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun
lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape),
seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih
disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek
tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto,
namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang
bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan
dengan pergerakan objek.
Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.
Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto,
namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau
cahaya redup.
Pada kamera Canon 350D terdapat 12 mode pemotretan:
A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus
foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga
lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada
foreground maupun background.
M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur
sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara
otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur
sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara
otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan
mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya
saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan
kehendak.
Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh
mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode
ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun
lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti
penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun
lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape),
seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih
disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek
tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto,
namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang
bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan
dengan pergerakan objek.
Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.
No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun
apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up
apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan
menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih
berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.
[sumber : http://ryanherdian.tumblr.com/teknik_dasar_fotografi]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar